tari rejang sandat ratu segara



 tari rejang sandat ratu segara




Tarian Kolosal Rejang Sandat Ratu Segara yang merupakan garapan dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.Tari Ratu Rejang Segara adalah tarian rasa syukur terhadap Ibu Pertiwi atau Ratu Segara. Dalam artian manusia harus eling (mengingat) bahwa kehidupan itu berasal dari beliau (pertiwi). Bahkan ini juga merupakan bentuk kasih dan ucapan terima kasih pada alam pada atau sang ibu karena sudah menjaga seluruh mahkluk hidup tanpa diminta.

Dalam mempersiapkan gelaran yang sangat akbar tersebut, Bupati Eka tidak sendirian, melainkan dibantu oleh I Wayan Juana Adi Saputra (Dadong Rerod) sebagai penata tari dan penata tabuh dibantu oleh I Wayan Muder.





tarian ini bersifat sakral, menari juga tidak boleh kotor kain. Jumlah orang yang menari adalah kelipatan sembilan, bisa 18, 27 dan seterusnya. Sebab angka ini menurutnya adalah lambang kasih sayang.

Karena saking sakralnya, kata Bupati Eka, sebelum dipentaskan akan ada upacara khusus. Termasuk dirinya juga, pada H-3 pementasan akan melaksanakan persembahyangan keliling untuk memohon restu atau mepekeling supaya pementasan berjalan lancar.





“Salah upacara khusus itu upakaranya berisi tumpeng robyog, ada pula pisang mas pisang raja, serta pejati. Yang jelas kekuatan Bali-Jawa. Nanti juga kami akan taburkan bunga melati 11 kilogram keliling saat hari H,” tegasnya.

Bupati Eka juga berharap, dengan adanya tarian tersebut, dapat menjaga keseimbangan Nusantara, tidak ada perpecahan, kekerasan, pertentangan antarumat beragama, semua rukun satu dan saling mengasihi. “Sepanjang kita rukun, selalu ada kemenangan. Kalau kita sudah rukun dan damai, maka Nusantara pun akan damai, mudah-mudahan,” ujar Eka.







Komentar